Hujan gk bisa lagi diduga kapan datangnya. Datang tak diundang, pergi tanpa permisi..
Hujan bisa bikin orang teriak "HOREE!! Ada alasan gak kuliah"
Suatu hari ada pemuda nggombal ceweknya dgn bilang:
"Untuk menemuimu,
Lautan dan samudera kan kusebrangi.
Gunung dan tebing curam kan kudaki.
Badai paling dahsyat kan kutembus hanya untuk menemuimu sayang"
Haha edan tenan..
Kemudian si cewek nanya, "terus kenapa kemarin sore gak datang?"
Dengan tenang sang pemuda jawab "hujan"
....
Haha.. Hujan memang keren. Sampe aku yg kelaparan wktu ngetik ini lebih memillih tetap kelaparan dri pada kehujanan.
Padahal hujan itu air, mandi juga pake air, minum gk mungkin pake tanah. Tapi masih juga takut air.
Jadi ingat filosofi Avatar, air dan tanah saling membantu. Tanah bisa mnjadi tumbuhnya tanaman krena air. Manusia yg diyakini trbuat dri tanah mengandung air juga. Hujan adalah air yg berproses, dimana awalnya air harus bertarung dengan energi lawan air, yaitu api. Air yg tersengat api tak mampu lagi menguasai dirinya, dan pasrah pada udara. Udara yang berurusan dengan api juga bergerak terus membawa air yg terluka. Akhhirnya ketika air sudah pulih, sudah menyatu kembali dengan sesamanya, air dengan gagah kembali menemui tanah. Kembali bekerjasama lagi membangun kehidupan.
Ngomong air jadi makin terasa hausnya. Ternyata hujan air tak berkolerasi dengan hilangnya haus. Tetap saja harus menenggak air biar hilang hausnya.
Tulisan ini semakin nglantur
Seperti air juga yg gemar nglantur. Tentunya lanturan air juga ada karena bantuan tanah, api dan angin.
Sementara yg nulis juga sedang kelaparan. Klop dah..
Mbuh wes...
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

0 komentar:
Posting Komentar